Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillahirrahmanirrahim,
Saudaraku.. tahukah apa arti menikah..? Menikah itu,,
❤ Menyelamatkan Perasaan
❤ Menyelamatkan Harga Diri
❤ Menyelamatkan Kehormatan
❤ Menyelamatkan Pikiran
❤ Memperjelas Nasab
وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا
لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي
ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berfikir.” (QS ar-Ruum [30]: 21)
Tujuan Pernikahan Menurut Islam,,
❤ Memenuhi naluri untuk melanjutkan/melestarikan keturunan
❤ Meningkatkan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
❤ Menegakkan rumah tangga yang islami
❤ Menyelamatkan akhlak
❤ Mendapatkan keturunan yang shalih/shalihah
♥ Bila Aku Jatuh Cinta.. ♥
Ya Rabbi... Aku minta izin..
Bila suatu saat aku jatuh hati,
Jangan biarkan cintaku untuk-Mu berkurang,
Hingga membuatku lalai akan adanya Engkau..
Ya Rabby... Aku memohon..
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan kasih cinta-Mu,
yang tak terbatas..
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh..
Ya Rabbi...
Izinkan bila suatu saat aku jatuh hati
Pilihkan untukku seorang yang hatinya
penuh dengan kasih dan cinta-Mu
Dan membuatku makin menganggumi-Mu
Ya Rabbi...
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami, Jodohkanlah kami, Satukanlah kami..
Berilah kami kesempatan untuk lebih
mendekati cinta-Mu,
Dalam suasana yang sakinah, mawaddah dan warahmah...
Ya Rabbi...
Pintaku yang terakhir kepada_Mu
Seandainya aku jatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku..
Anugerahkanlah aku cinta-Mu
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Izinkanlah aku untuk menemui kerinduan-Mu
Dari Seorang Teman yang Tak Kutahu Namanya...
Yang telah Engkau kirim dan Engkau tulis untukku...
Aamiin Allahhumma Aamiin.
Sebelum “Nekat” Menikah, bekali diri dengan,,
❤ Jangan abaikan soal biaya
❤ Poles mental supaya mantap
❤ Tidak buta tentang ilmu seputar pernikahan
❤ Komunikasikan dengan keluarga dan pihak terkait
♥ Cinta dan Mencintai ♥
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat, Cinta membutuhkan
proses, Cinta itu konstruktif, Cinta cenderung konstan, Cinta tidak
bertumpu pada daya tarik fisik, Cinta berani melakukan hal menyakitkan
(demi yang dicintai), Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi.
Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan, Cinta tidak buta, tapi
menerima. Cinta tidak melenyapkan semua masalah.
Membangun Keluarga “Samara”: Sakinah, Mawaddah, dan warahmah,,
❤ Saling percaya
❤ Saling peduli
❤ Saling menguatkan
❤ Saling mendukung
❤ Perhatian
❤ Menjalin komunikasi yang baik dan sehat
❤ Semua dilandasai dengan keimanan kepada Allah subhanahu wa ta'ala,
لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ
أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآَخِرَةِ
" Hendaklah seseorang di antara kalian mengambil hati yang bersyukur,
lisan yang penuh dzikir, dan isteri yang beriman yang menolong orang itu
menggapai akhirat"
(HR. Ibnu Majah, no. 1846)
أَلاَ أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظَرَ
إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ
" Maukah engkau aku beri tahu sesuatu yang (paling berguna) ditimbun
oleh seseorang, wanita shalihah apabila ia (suami) memandangnya ia
(isteri) menjadikannya senang, apabila memerintahkannya ia pun
mentaatinya, dan apabila ia tidak ada maka ia (isteri) menjaganya" (HR.
Abu Daud, no. 1417)
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ وَالرَّجُلُ
رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا
وَهِيَ مَسْئُولَةٌ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ أَلاَ
فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ
" Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai
pertanggungjawaban. Imam adalah pemimpin, dia dimintai pertanggung
jawaban. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya, ia dimintai pertanggung
jawaban. Isteri adalah pemimpin di rumah suaminya, ia dimintai
pertanggung jawaban. Hamba sahaya adalah pemimpin atas harta tuannya, ia
dimintai pertanggungjawaban. Jadi, setiap kalian adalah pemimpin, dan
setiap kalian dimintai pertanggungjawaban" (HR. Bukhari, no. 4789)
لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ َلأَََََحَدٍ لأَِمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ
لِزَوْجِهَا
" Andai aku dibolehkan menyuruh seseorang sujud pada orang lain niscaya
akan aku perintahkan wanita sujud kepada suaminya" (HR. Turmudzi, no.
1079)
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ
" Perempuan manapun yang meninggal dalam keadaan suaminya ridlo kepadanya niscaya ia akan masuk sorga" (HR. Turmudzi, no. 1071)
Peran dari Orangtua dan Keluarga Besar :
❤ Memberikan arahan dan bimbingan
❤ Mendukung jika itu adalah kebenaran
❤ Peduli tapi tidak mencampuri urusan
❤ Perhatian tapi tidak mengatur terlalu jauh
❤ Menyayangi, tetapi tidak memaksakan kehendak
❤ Mendoakan dan membantu sekuat kemampuan. Baik solusi berupa ide maupun materi
Sekadar nasihat sederhana..
♥ Dahulu Anda adalah manusia bebas yang boleh pergi sesuka Anda. Tetapi
sejak pagi ini, bila Anda belum juga pulang setelah larut malam, di
rumah Anda ada seorang wanita yang tak bisa tidur karena mencemaskan
Anda.
♥ Kini, bila berhari-hari Anda tidak pulang tanpa
berita, di kamar Anda ada seorang perempuan lembut yang akan membasahi
bantalnya dengan linangan air mata. Dahulu, bila Anda mendapat mushibah,
Anda hanya akan mendapat ucapan, "Turut berduka cita" dari
sahabat-sahabat Anda.
♥ Tetapi kini, seorang isteri akan
bersedia mengorbankan apa saja agar Anda meraih kembali kebahagiaan
Anda. Anda sekarang mempunyai kekasih yang diciptakan Allah untuk
berbagi suka dan duka dengan Anda.
Subhanallah..
Semoga bermanfaat dan Salam Santun Erat Silaturahmi wal ukhuwah fillah, ^_^
♥ Mari Menata Hati Menggapai Ridha Illahi
♥ Merengkuh Indahnya Cinta Dalam Ridha_Nya