Selasa, 02 Oktober 2012

Sudahkan Kamu Bersyukur Hari Ini?

Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Suatu hari ada seorang pemulung yang bercita-cita ingin membeli sepatu baru. Sedangkan, penghasilan dia tidak memungkinkan dirinya untuk membeli sepatu baru dalam waktu yang cepat.

Akhirnya dia memutuskan untuk bekerja full dari matahari mulai terbit (waktu Shubuh) sampai terbenamnya matahari (waktu Maghrib).

Seperti biasanya, pemulung tersebut berkeliling komplek perumahan untuk mengumpulkan barang-barang bekas sisa pakai dari masyarakat sekitar perumahan tersebut. Bedanya, kali ini dia harus bekerja seharian penuh.

Setelah satu hari penuh dia bekerja, akhirnya dia menjual nya kepada seorang Bandar barang bekas. Hal ini, terus diulangi oleh pemulung setiap harinya.

Hasil dari penjualan barang bekas tersebut ia gunakan untuk kepentingan dia sehari- hari juga ia sisihkan untuk membeli sepatu baru yang dia cita-citakan.

Satu bulan berlalu, akhirnya terkumpullah sejumlah uang yang ia targetkan unuk membeli sepatu baru. Selesai shalat shubuh, dengan hati yang gembira pemulung tersebut pergi ke pasar untuk membeli sepatu yang sudah lama dia impikan.

Terbelilah sepatu baru tersebut, akhirnya dia bekerja tidak lagi melangkah dengan beralaskan kulit yang sudah mengeras serta retakan-retakan di sudut kaki nya.

Adzan Dzuhur berkumandang, tibalah dia untuk beristirahat dan melaksanakan shalat Dzuhur berjama’ah. Di simpanlah barang bawaan dan sepatu baru sepatu nya tersebut di sudut luar masjid.

Selepas dia melaksanakan shalat, dia keluar masjid dan menemukan bahwa sepatu barunya tersebut sudah tiada, hilang dari tempat nya semula.


Perasaan sedih, marah, kesal, berbaur tak karuan, dan pemulung itu menggerutu kepada Allah,

“Allah, kenapa engkau membiarkan orang mengambil sepatu ku, apa Engkau tidak tau bagaimana perjuangan ku, engkau tega, jahat, Engkau pilih kasih, kenapa engkau lakukan ini kepada ku?”

Dengan perasaan yang masih tidak karuan, dia keluar dari pintu gerbang masjid, dan kemudian dia berpapasan dengan seorang pemuda yang berjalan menggunakan tongkat sebagai penyangga kakinya untuk berjalan. Karena salah satu kaki pemuda tersebut sudah tiada.

Tiba-tiba, si pemulung tadi tersungkur ke tanah, dia bersujud, menangis, dan meminta ma’af serta dia bersyukur kepada Allah SWT.

“Ya Allah, Ma’afkanlah hamba yang telah berburuk sangka pada-Mu, sungguhEngkau Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, Engkau tau yang terbaik untuk seluruh makhluk ciptaan-Mu. Terima kasih ya Allah, engkau hanya mengambil sepatu ku bukan Kaki ku.”

Sahabat ku, ketahuilah bahwa buah yang matang, bunga yang mekar, bahkan daun yang jatuh pun, itu tidak akan pernah lepas dari pengawasan-Nya. Sesungguhnya Allah SWT mengetahui apa yang terbaik bagimu, sedangkan kamu tidak mengetahuinya.

Terima Kasih ya Allah.. ^_^


Teman-teman, jangan pernah lupa untuk bersyukur. Sekecil apapun nikmat atau cobaan yang kita terima. Yakinlah, selalu ada kebaikan dibalik itu semua. Akhir kata, sudahkah kalian bersyukur hari ini? :)

SUMBER : http://fika2alikhlash.blogspot.com (dari habitpower.wordpress.com)

DIPERBUDAK KEINGINAN ?

 
Mari tafakuri bila kita ingin suatu barang yang kita sukai, apakah kita diperbudak keinginan sehingga mengalahkan akal sehat ?

Selalu memenuhi pikiran siang dan malam, semakin ingin, semakin ada seribu satu alasan untuk bulat hati segera memilikinya

Seakan tak bisa ditunda lagi, tak peduli dengan harga mahal, walau harus nyicil sekalipun, tak ada yang bisa menghalang-halangi

tak ingat pahitnya orang yang miskin sulit uang, yang lapar, yang didlilit hutang, tak takut dengan hisab/perhitungan disisi Alloh

Tapi bila telah dimiliki, ternyata kesenangannya hanya sesaat saja, sangat tak sebanding dengan perjuangan dan pengorbanannya

Tak lama kemudian, barang 'spesial' itupun teronggok begitu saja, seperti barang yang tak berharga, dilirikpun jarang, beda sekali dengan saat menginginkannya

Tinggallah perhitungan di sisi Alloh, karena setiap rupiah adalah amanah Alloh, yang harus dipertanggung jawabkan.

Seharusnya kita amat cerdas, bisa menafakuri pelajaran-pelajaran dari yang sudah terjadi, dan memperhitungkan resiko yang nanti harus dihadapi

Senin, 01 Oktober 2012

Mengobati Patah Hati

Bismillaahirrahmanirrahiim
 

- Mengobati Patah Hati -

[ Part I ]


~ Ketika satu pintu tertutup, pintu yang lain terbuka. Namun, sering kita merindukan dan menyesali pintu yang tertutup itu sampai kita tidak melihat seseorang yang telah membukakan pintu untuk kita ~

Nah, pada bagian ini kita sering terpuruk hingga melupakan hal yang lain. Padahal, di balik semua kejadian pasti ada hikmahnya. Dan Allah menutup pintu hati seorang yang kita harapkan bukan tanpa sebab. Melainkan Allah lebih -TAHU- apa yang kita butuh bukan apa yang kita mau. Jadi, stop deh galau yang ga jelas hanya karna 1 orang aja. Tatap masa depan, Allah telah menyiapkan seorang yang lebih indah dari apa yang kita bayangkan. Semua hanya butuh waktu dan kesabaran kita.

Wallahu'alam..

Al-Madinatul Siti Munawwaroh
follow me on twitter : @muna_perikecil